Sabtu, 07 Juli 2018

Rahasia pernikahan di bulan syawal

Rahasia pernikahan di bulan syawwal


Di bulan syawwal ini sering sekali kita jumpai akad nikah atau resepsi pernikan baik didusun-dusun sampai di kota-kota sehingga banyak sekali pertanyaan tentang rahasia pernikahan di bulan syawal begitu juga muncul persepsi yang beragam pula, ada yang menjawab sekedar guyonan mengatakan bahwa yang hajatan ingin balikin modal setelah habis-habisan buat lebaran, heheheh dan ada juga yang sampai mengkaitkan dengan hal-hal yang gaib atau mistik. Oleh karena itu mari kita pahami ungkapan dari kitab fathul mu'in dibawah ini:

وأن يكون العقد في المسجد ويوم الجمعة وأول النهار وفي شوال، وأن يدخل فيه أيضا
Artinya :

Sunnat akad nikah dalam mesjid, hari jum'at, pada pagi hari, pada bulan Syawal, bersama malam pertama juga bulan Syawal.

Dalilnya matan kitab ini adalah hadits Nabi ﷺ yang menceritakan bahwa sayyidah Aisyah RodliyaLLOHU 'anha bahwa Rasulullah ﷺ menikahi beliau pada bulan Syawal.

Ok jelas ya masalah rahasia pernikahan di bulan syawal

Sekarang...Silahkan share...

Kamis, 14 Juni 2018

AMALAN PADA MALAM HARI RAYA 'IDUL FITRI DAN 'IDUL ADHA

AMALAN PADA MALAM HARI RAYA 'IDUL FITRI DAN 'IDUL ADHA

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول ﷺ قال: “من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب” رواه الطبراني في الكبير والأوسط.

Dari Ubadah Ibn Shomit r.a. Sungguh Rosulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan malam Idul Adlha, hatinya tidak akan mati, di hari matinya hati." ( HR.Thobaroni )

عن أبي أمامه رضي الله عنه عن النبي ﷺ قال : “من قام ليلتي العيدين محتسباً لم يمت قلبه يوم تموت القلوب”. وفي رواية “من أحيا” رواه ابن ماجه

Dari Abi Umamah r.a, dari Nabi ﷺ, bersabda: Barangsiapa beribadah di dua malam Hari Raya dengan hanya mengharap ALLAH, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati. ( HR. Ibnu Majah )

Bagaimana cara menghidupkan dua Hari Raya itu? Telah disebutkan oleh Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, dengan mengamalkan beberapa amalan:

1. Syaikh Al Hafni berkata: Ukuran minimal menghidupkan malam bisa dengan Sholat Isya’ berjama’ah dan meniatkan diri untuk jama’ah Sholat Shubuh pada besoknya. Atau memperbanyak sholat sunnah dan bacaan-bacaan dzikir
( Dan dzikir yang paling di anjurkan di malam hari raya adalah bacaan takbir / takbiran ) .

2. Syaikh Al Wanna’i dalam risalahnya: Barangsiapa membaca ISTIGHFAR seratus kali (100×) setelah Sholat Shubuh di pagi Hari Raya, maka akan dihapus dosa-dosanya di dalam buku catatannya, dan pada hari kiamat akan aman dari siksa.

3. Masih dari Syaikh Al Wanna’i: Barangsiapa membaca :

سُبٍحَانَ اللّٰه وَبِحَمْدِهِ 100x

pada Hari Raya, dan menghadiahkan pahalanya untuk ahli kubur, maka para ahli kubur berkata,”Wahai Dzat Yang Maha Penyayang, rahmatilah ia, dan jadikanlah ia ahli surga”.

4. Syaikh Al Fasyni berkata dalam Tuhfatul Ikhwan: Dari Sahabat Annas, dari Nabi ﷺ, bersabda (yang artinya): Hiasilah dua Hari Raya dengan tahlil, taqdis, tahmid dan takbir”. Nabi juga bersabda : Barangsiapa yang membaca:

سُبٍحَانَ اللّٰه وَبِحَمْدِهِ 300x

Dan ia menghadiahkan bacaan tersebut untuk kaum musliminin yang sudah wafat, maka seribu cahaya akan masuk di setiap kuburan, dan Allah akan memasukkan seribu cahaya ke kuburnya jika ia meninggal.

5. Syaikh Az Zuhri berkata: Sahabat Anas r.a. berkata, Nabi ﷺ bersabda (yang artinya): Barangsiapa di dua Hari Raya mengucapkan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَحْدَهُ لاَ شِريْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَيَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْر وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئً قَدَيْر

sebanyak 400× sebelum Sholat ‘Ied, maka Allah SWT akan menikahkannya dg 400 bidadari, seakan memerdekakan 400 budak, dan Allah SWT mewakilkan para malaikat untuk membangun kota-kota dan menanam pohon-pohon untuknya di hari kiamat.

Beliau Syaikh Az Zuhri berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Sahabat Anas r.a. Dan Anas r.a. dahulu jg berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Nabi ﷺ.”

SUMBER : Kitab Kanzun Najah Wa Surur

Semoga, semua ibadah yang yang telah kita kerjakan dibulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya diterima oleh Allah SWT....
Dan semoga semua dosa yang pernah kita kerjakan, baik sengaja maupun tidak, baik kita ketahui ataupun tidak, dosa kecil maupun dosa yang besar, semoga Allah SWT menghapus semuanya, sehingga tidak tersisa pada diri kita kecuali kebaikan dan ridho-Nya...
Amin Ya robbal Alamin. . .

AMALAN PADA MALAM HARI RAYA 'IDUL FITRI DAN 'IDUL ADHA

AMALAN PADA MALAM HARI RAYA 'IDUL FITRI DAN 'IDUL ADHA

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول ﷺ قال: “من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب” رواه الطبراني في الكبير والأوسط.

Dari Ubadah Ibn Shomit r.a. Sungguh Rosulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan malam Idul Adlha, hatinya tidak akan mati, di hari matinya hati." ( HR.Thobaroni )

عن أبي أمامه رضي الله عنه عن النبي ﷺ قال : “من قام ليلتي العيدين محتسباً لم يمت قلبه يوم تموت القلوب”. وفي رواية “من أحيا” رواه ابن ماجه

Dari Abi Umamah r.a, dari Nabi ﷺ, bersabda: Barangsiapa beribadah di dua malam Hari Raya dengan hanya mengharap ALLAH, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati. ( HR. Ibnu Majah )

Bagaimana cara menghidupkan dua Hari Raya itu? Telah disebutkan oleh Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, dengan mengamalkan beberapa amalan:

1. Syaikh Al Hafni berkata: Ukuran minimal menghidupkan malam bisa dengan Sholat Isya’ berjama’ah dan meniatkan diri untuk jama’ah Sholat Shubuh pada besoknya. Atau memperbanyak sholat sunnah dan bacaan-bacaan dzikir
( Dan dzikir yang paling di anjurkan di malam hari raya adalah bacaan takbir / takbiran ) .

2. Syaikh Al Wanna’i dalam risalahnya: Barangsiapa membaca ISTIGHFAR seratus kali (100×) setelah Sholat Shubuh di pagi Hari Raya, maka akan dihapus dosa-dosanya di dalam buku catatannya, dan pada hari kiamat akan aman dari siksa.

3. Masih dari Syaikh Al Wanna’i: Barangsiapa membaca :

سُبٍحَانَ اللّٰه وَبِحَمْدِهِ 100x

pada Hari Raya, dan menghadiahkan pahalanya untuk ahli kubur, maka para ahli kubur berkata,”Wahai Dzat Yang Maha Penyayang, rahmatilah ia, dan jadikanlah ia ahli surga”.

4. Syaikh Al Fasyni berkata dalam Tuhfatul Ikhwan: Dari Sahabat Annas, dari Nabi ﷺ, bersabda (yang artinya): Hiasilah dua Hari Raya dengan tahlil, taqdis, tahmid dan takbir”. Nabi juga bersabda : Barangsiapa yang membaca:

سُبٍحَانَ اللّٰه وَبِحَمْدِهِ 300x

Dan ia menghadiahkan bacaan tersebut untuk kaum musliminin yang sudah wafat, maka seribu cahaya akan masuk di setiap kuburan, dan Allah akan memasukkan seribu cahaya ke kuburnya jika ia meninggal.

5. Syaikh Az Zuhri berkata: Sahabat Anas r.a. berkata, Nabi ﷺ bersabda (yang artinya): Barangsiapa di dua Hari Raya mengucapkan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَحْدَهُ لاَ شِريْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَيَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْر وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئً قَدَيْر

sebanyak 400× sebelum Sholat ‘Ied, maka Allah SWT akan menikahkannya dg 400 bidadari, seakan memerdekakan 400 budak, dan Allah SWT mewakilkan para malaikat untuk membangun kota-kota dan menanam pohon-pohon untuknya di hari kiamat.

Beliau Syaikh Az Zuhri berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Sahabat Anas r.a. Dan Anas r.a. dahulu jg berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Nabi ﷺ.”

SUMBER : Kitab Kanzun Najah Wa Surur

Semoga, semua ibadah yang yang telah kita kerjakan dibulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya diterima oleh Allah SWT....
Dan semoga semua dosa yang pernah kita kerjakan, baik sengaja maupun tidak, baik kita ketahui ataupun tidak, dosa kecil maupun dosa yang besar, semoga Allah SWT menghapus semuanya, sehingga tidak tersisa pada diri kita kecuali kebaikan dan ridho-Nya...
Amin Ya robbal Alamin. . .

AMALAN PADA MALAM HARI RAYA 'IDUL FITRI DAN 'IDUL ADHA

AMALAN PADA MALAM HARI RAYA 'IDUL FITRI DAN 'IDUL ADHA

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول ﷺ قال: “من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب” رواه الطبراني في الكبير والأوسط.

Dari Ubadah Ibn Shomit r.a. Sungguh Rosulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan malam Idul Adlha, hatinya tidak akan mati, di hari matinya hati." ( HR.Thobaroni )

عن أبي أمامه رضي الله عنه عن النبي ﷺ قال : “من قام ليلتي العيدين محتسباً لم يمت قلبه يوم تموت القلوب”. وفي رواية “من أحيا” رواه ابن ماجه

Dari Abi Umamah r.a, dari Nabi ﷺ, bersabda: Barangsiapa beribadah di dua malam Hari Raya dengan hanya mengharap ALLAH, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati. ( HR. Ibnu Majah )

Bagaimana cara menghidupkan dua Hari Raya itu? Telah disebutkan oleh Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, dengan mengamalkan beberapa amalan:

1. Syaikh Al Hafni berkata: Ukuran minimal menghidupkan malam bisa dengan Sholat Isya’ berjama’ah dan meniatkan diri untuk jama’ah Sholat Shubuh pada besoknya. Atau memperbanyak sholat sunnah dan bacaan-bacaan dzikir
( Dan dzikir yang paling di anjurkan di malam hari raya adalah bacaan takbir / takbiran ) .

2. Syaikh Al Wanna’i dalam risalahnya: Barangsiapa membaca ISTIGHFAR seratus kali (100×) setelah Sholat Shubuh di pagi Hari Raya, maka akan dihapus dosa-dosanya di dalam buku catatannya, dan pada hari kiamat akan aman dari siksa.

3. Masih dari Syaikh Al Wanna’i: Barangsiapa membaca :

سُبٍحَانَ اللّٰه وَبِحَمْدِهِ 100x

pada Hari Raya, dan menghadiahkan pahalanya untuk ahli kubur, maka para ahli kubur berkata,”Wahai Dzat Yang Maha Penyayang, rahmatilah ia, dan jadikanlah ia ahli surga”.

4. Syaikh Al Fasyni berkata dalam Tuhfatul Ikhwan: Dari Sahabat Annas, dari Nabi ﷺ, bersabda (yang artinya): Hiasilah dua Hari Raya dengan tahlil, taqdis, tahmid dan takbir”. Nabi juga bersabda : Barangsiapa yang membaca:

سُبٍحَانَ اللّٰه وَبِحَمْدِهِ 300x

Dan ia menghadiahkan bacaan tersebut untuk kaum musliminin yang sudah wafat, maka seribu cahaya akan masuk di setiap kuburan, dan Allah akan memasukkan seribu cahaya ke kuburnya jika ia meninggal.

5. Syaikh Az Zuhri berkata: Sahabat Anas r.a. berkata, Nabi ﷺ bersabda (yang artinya): Barangsiapa di dua Hari Raya mengucapkan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَحْدَهُ لاَ شِريْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَيَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْر وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئً قَدَيْر

sebanyak 400× sebelum Sholat ‘Ied, maka Allah SWT akan menikahkannya dg 400 bidadari, seakan memerdekakan 400 budak, dan Allah SWT mewakilkan para malaikat untuk membangun kota-kota dan menanam pohon-pohon untuknya di hari kiamat.

Beliau Syaikh Az Zuhri berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Sahabat Anas r.a. Dan Anas r.a. dahulu jg berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Nabi ﷺ.”

SUMBER : Kitab Kanzun Najah Wa Surur

Semoga, semua ibadah yang yang telah kita kerjakan dibulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya diterima oleh Allah SWT....
Dan semoga semua dosa yang pernah kita kerjakan, baik sengaja maupun tidak, baik kita ketahui ataupun tidak, dosa kecil maupun dosa yang besar, semoga Allah SWT menghapus semuanya, sehingga tidak tersisa pada diri kita kecuali kebaikan dan ridho-Nya...
Amin Ya robbal Alamin. . .

Kamis, 07 Juni 2018

Kemungkinan malam jumat ini adalah Lailatul Qodar

menurut Imam Abdulloh Alhaddad

Ketika datang hari ke-23 Bulan Ramadhan pada malam Jumat, maka sesungguhnya besar kemungkinan itu adalah Lailatul Qodar

Malam itu merupakan malam yang agung dimana telah berkumpul tiga keagungan yakni:

  1. Satu malam dari beberapa malam Romadlon

  2. Malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Bulan Romadlon

  3. Malam Jum'at


Selaras dengan ilmu yang disampaikan oleh Ibnu Rojab, beliau mengatakan " apabila malam jum'at bersamaan dengan salah satu malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Romadlon, maka malam itu berpeluang besar itu adalah malam Lailatul Qodar dengan izin Alloh."

Semoga qita menemui Lailatul Qodar dalam ibadah terbaik kita kepada Alloh SWT.

Selasa, 05 Juni 2018

Nasehat Habib Umar bin Hafidz Jelang 10 Hari Terakhir Ramadhan 1439

🌒Nasehat Habib Umar bin Hafidz Jelang 10 Hari Terakhir Ramadhan 1439

Cukuplah sudah...



Sikap sembrono dan lalai kita pada hari-hari Ramadhan yang telah berlalu...

Jika pada hari ini kalian merasakan letih, bangkitlah! Bertekadlah untuk menggapai sedikit yang masih tersisa!

Dalam sisa yang sedikit ini terdapat banyak kebaikan bagi mereka yang berakal

(Ingatlah!) Amal perbuatan itu tergantung pada finishnya dan kita berada di ambang garis finish bulan suci Ramadhan...

Semoga Allah mengakhiri Ramadhan kali ini untuk kita, untuk umat Islam dengan penuh kebaikan, kelapangan, kemaslahatan, kemenangan, kesuksesan, keberuntungan, kebahagiaan, pertolongan dan penuh dengan ketaatan

Amin, Ya Rabbal Alamin …

Amin, Ya Mujibas Sa'ilin …

Jumat, 01 Juni 2018

Dasar tiga surat pada rokaat terakhir sholat witir

Dasar tiga surat pada rokaat terakhir sholat witir


Ini kami paparkan untuk penulis khususnya dan umumnya untuk semua pembaca yang belum paham dasarnya atau hanya sekedar ikut-ikutan namun terjadwal jadi imam heheh (hanya gurauan)

Langsung saja mari kita simak keterangan dibawah ini:

Pertama:

Dari Kitab I'anatutholibin 1/250 :

قوله و یسن لمن اوتر بثلاث ان یقرا الخ ای لما رواه النسائ و ابن ماجه سئلت عائشه رضی الله عنها بای شئ کان یوتر رسول الله صلی الله علیه و سلم قالت کان یقرا فی الاولی بسبح اسم ربک الاعلی و فی الثانیه بقل یا ایها الکافرون و فی الثالثه بقل هو الله احد و المعوذتین

disunnahkan bagi yang shalat witir 3 rakaat (sampai akhir perkataannya), maksudnya karena ada hadits yang diriwayatkan oleh Annasa'i dan Ibnu Majah, bahwa siti 'aisyah pernah ditanya tentang cara nabi Muhammad shalat witir. Dan Siti 'aisyah menjawab : Bahwa nabi Muhammad shalat witir pada rakaat pertama dngn surah''sabbihis marabbikal a'la'', di rakaat kedua dengan membaca surah ''qul ya ayyuhal kafirun'', dan di rakaat ketiga (witir yang 1 rakaat) dengan membaca ''qul huwallahu ahad'' serta ''qul a'udzu bi rabbil falaq'' dan''qul a'udzu bi rabbin nas''.

Kedua :

Dari kitab Roudlotut Tholibin 1/332

ويستحب لمن أوتر بثلاث ، أن يقرأ بعد الفاتحة في الأولى : ( سبح ) . وفي الثانية : ( قل يا أيها الكافرون ) . وفي الثالثة : ( قل هو الله أحد ) . والمعوذتين .

Disunnahkan bagi orang yang sholat witir 3 rokaat setelah Al-Fatihah pada rokaat pertama untuk membaca surat "Sabbihisma", rokaat kedua membaca surat "Qul ya ayyuhal kafirun" dan pada rokaat yang ketiga membaca surat "Qul Huallohu Ahad" dan "Almu'awwidzataini (Al-Falaq dan An-Nas)"

Ketiga :

Dari kitab Nihayatuz Zain 1/102

وَإِذا صلى الْوتر رَكْعَة فَقَط قَرَأَ فِيهَا بعد الْفَاتِحَة سُورَة الْإِخْلَاص قل أعوذ بِرَبّ الفلق 113 الفلق الْآيَة 1 قل أعوذ بِرَبّ النَّاس 114 النَّاس الْآيَة 1 وَإِن صَلَاة ثَلَاثًا قَرَأَ فِي الأولى سُورَة سبح اسْم رَبك الْأَعْلَى 87 الْأَعْلَى الْآيَة 1 وَفِي الثَّانِيَة سُورَة الْكَافِرُونَ وَفِي الثَّالِثَة السُّور الثَّلَاث الْمُتَقَدّمَة

وَإِن صَلَاة زِيَادَة على الثَّلَاث قَرَأَ فِي الأولى من كل الرَّكْعَتَيْنِ سُورَة إِنَّا أَنزَلْنَاهُ 97 الْقدر الْآيَة 1 وَفِي الثَّانِيَة سُورَة الْكَافِرُونَ مَا عدا الْأَخِيرَتَيْنِ وَمَا عدا رَكْعَة الْوتر أما هَذِه فَيقْرَأ فِيهَا مَا تقدم

Jika seseorang sholat satu rokaat witir maka setelah Fatihah hendaknya membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Nas.

Jika sholat tiga rokaat maka rokaat pertama setelah Fatihah membaca surat Al-A'la dan rokaat kedua membaca surat Al-Kafirun kemudian Rokaat terahir seperti keterangan sebelumnya.

Jika sholat witir lebih dari tiga rokaat maka setelah fatihah rokaat pertama membaca surat Al-Qodr, rokaat kedua membaca surat Al-Kafirun selain dua rokaat terakhir dan bukan rokaat ganjil dari Witir.

Semoga kita semua tercerahkan dengan pengetahuan dasar tiga surat pada rokaat terakhir sholat witir ini.